Langsung ke konten utama

SELAMAT HARI KARTINI


Hari kartini (Unsplash/Camille Bismonte)


Kemarin itu Hari Kartini, 21 April. 

Bicara tentang hari  Kartini, pasti identik dengan  perempuan-perempuan hebat  di luar sana  yang dianggap  sebagai pelopor sesuatu, atau perempuan-perempuan yang  memiliki banyak prestasi.

Tapi bagi kita yang notabenenya adalah seorang anak. Kita nggak pernah  jauh-jauh merepresentasikan sosok Kartini,  pasti yang  terlintas di benak kita ialah  sosok seorang “Ibu”.

Padahal ibu kita nggak punya prestasi apa-apa. Bukan sebagai pelopor sesuatu juga. Tapi ibu bagi kita, terutama bagi gue adalah juara. 

Terlalu banyak alasan kenapa ibu itu juara, mungkin kapan-kapan gue bakal bahas. Tapi versi gue ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengubah Sampah Menjadi Batik: Perjalanan Desa Sejahtera Astra Singkawang

Ilustrasi membatik/unsplash (Mahmur Marganti) Desa Sejahtera Astra Singkawang telah membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Pada tahun 2025, inisiatif berbasis komunitas ini dengan bangga meraih Juara Kedua di Festival Astra 2025 dalam kategori Inovasi Kewirausahaan Berbasis Komunitas. Prestasi mereka menunjukkan bagaimana kreativitas, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan dapat memberdayakan perekonomian pedesaan sekaligus melindungi alam. Dari Desa Kerajinan Menjadi Pelopor Berkelanjutan Desa Sejahtera Astra Singkawang adalah komunitas yang berkembang pesat dan dikenal akan kerajinan serta produk keseniannya. Karya unggulan dari Desa Sejahtera Astra Singkawang adalah kain batik dan produk turunannya yang telah menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus ketahanan ekonomi.  Dengan meningkatnya permintaan batik, masyarakat melihat peluang tidak hanya untuk memperluas produksi, tetapi juga untuk mengatasi tantangan lingkungan yaitu, pengelolaan samp...

KENAPA KITA BARU KERJA TAPI UDAH DISURUH MIKIRIN PENSIUN?

  Kerja untuk pensiun (unsplash/Marten Bjork) Aku baru saja kerja sebagai pegawai kontrak di sebuah media online yang cukup ternama di Indonesia. Namun, situasi kurang mengenakkan terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja, perusahaan melakukan lay off ke sejumlah pegawai. Hal itu tentu membuat gonjang-ganjing seisi kantor.  Sebenarnya, bukan itu yang mau aku komentarin. Tapi, lebih kepada sisi, kenapa kita baru kerja tapi dipaksa untuk pensiun? Memang, sebenarnya aku sudah bekerja di perusahaan yang bersangkutan sejak 2018 lalu sebagai kontributor lepas hingga editor lepas.  Namun, keberuntungan memihakku hingga akhirnya setelah 4 tahun bekerja sebagai freelancer , mereka menawariku posisi sebagai karyawan kontrak. Akan tetapi, baru berjalan setahun aku bekerja sebagai karyawan kontrak, banyak pegawai yang di- lay off dan tiba-tiba tidak memiliki pekerjaan tetap lagi. (Aku tidak tahu, apakah mereka punya kerjaan sampingan atau yang lainnya). Jujur saja, ini membuatku...

PROLOG KEMAGERAN

                                          Prolog kemageran (Unsplash/Manja Vitolic) Hello, sebulan lebih gue ngilang. Padahal setelah janji pengen konsisten buat nulis. Hehehe  Sebenarnya menghilangnya gue bukan tanpa alasan, kali ini gue bakal nyalahin tugas akhir gue, yaitu skripsi. Dan dalam istilah kamus mahasiswa akhir yang   sering dipake sama temen-temen gue adalah “Skripsweet”. Istilah ini dipake  ama orang yang seneng karena mereka ngerasa udah jadi mahasiswa sesungguhnya dengan adanya skripsi dan enjoy-enjoy aja waktu ngerjain skripsi, atau “Skripshit” yang biasanya istilah ini dipake ama mahasiswa yang ngerjain skripsi itu kaya misi penyelamatan dunia. Penuh jebakan, perlu amunisi yang memadai, strategi yang matang, dan siap dikejar musuh alias ‘deadline’. Emang sih nggak setiap waktu gue ngerjain skripsi, tapi ada secercah kemageran kalo gue harus lama-...