Langsung ke konten utama

DIPAN INI



Cerpen Dipan Ini (Canva)


Aku terduduk kaku di dipan ini, mataku menerawang jauh ke belakang. Pikiranku melayang pada peristiwa dua tahun lalu.
Aku akan pergi!” Suaranya mengejutkanku. Aku terhenyak, tenggorokanku tercekat. Dia duduk di dipan ini, tangannya menggenggam erat tepian dipan.
Kalau kau marah padaku, ungkapkanlah!” Aku mendekatinya. Dia menatapku, matanya  basah.
Percuma!!” Suaranya mengeras. “Cukup sampai di sini,  aku tak pernah mengharapmu!” Teriaknya parau. Mataku terbelalak tak percaya. Dia memalingkan wajahnya.
Apa maksudmu? katakan padaku bahwa kau bergurau!” Teriakku gusar. Mataku mulai berkaca-kaca. “Aku tak mengerti, kenapa aku harus pergi? Aku takkan pernah meninggalkanmu.” kataku lirih.
Kau memang tak pergi meninggalkanku, tapi aku yang pergi..!” suaranya meninggi. Aku menggeleng tak percaya. “Aku akan menyusul ayah dan ibu…” Suaranya merendah. Kurasakan tubuhku melemah dan tangisku pecah.
Di dipan ini dia berucap meninggalkanku. Di dipan ini semua kenangan tentangnya tersimpan. Aku beranjak dari dipan ini untuk meninggalkannya dan  semua memori tentangnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengubah Sampah Menjadi Batik: Perjalanan Desa Sejahtera Astra Singkawang

Ilustrasi membatik/unsplash (Mahmur Marganti) Desa Sejahtera Astra Singkawang telah membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Pada tahun 2025, inisiatif berbasis komunitas ini dengan bangga meraih Juara Kedua di Festival Astra 2025 dalam kategori Inovasi Kewirausahaan Berbasis Komunitas. Prestasi mereka menunjukkan bagaimana kreativitas, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan dapat memberdayakan perekonomian pedesaan sekaligus melindungi alam. Dari Desa Kerajinan Menjadi Pelopor Berkelanjutan Desa Sejahtera Astra Singkawang adalah komunitas yang berkembang pesat dan dikenal akan kerajinan serta produk keseniannya. Karya unggulan dari Desa Sejahtera Astra Singkawang adalah kain batik dan produk turunannya yang telah menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus ketahanan ekonomi.  Dengan meningkatnya permintaan batik, masyarakat melihat peluang tidak hanya untuk memperluas produksi, tetapi juga untuk mengatasi tantangan lingkungan yaitu, pengelolaan samp...

KENAPA KITA BARU KERJA TAPI UDAH DISURUH MIKIRIN PENSIUN?

  Kerja untuk pensiun (unsplash/Marten Bjork) Aku baru saja kerja sebagai pegawai kontrak di sebuah media online yang cukup ternama di Indonesia. Namun, situasi kurang mengenakkan terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja, perusahaan melakukan lay off ke sejumlah pegawai. Hal itu tentu membuat gonjang-ganjing seisi kantor.  Sebenarnya, bukan itu yang mau aku komentarin. Tapi, lebih kepada sisi, kenapa kita baru kerja tapi dipaksa untuk pensiun? Memang, sebenarnya aku sudah bekerja di perusahaan yang bersangkutan sejak 2018 lalu sebagai kontributor lepas hingga editor lepas.  Namun, keberuntungan memihakku hingga akhirnya setelah 4 tahun bekerja sebagai freelancer , mereka menawariku posisi sebagai karyawan kontrak. Akan tetapi, baru berjalan setahun aku bekerja sebagai karyawan kontrak, banyak pegawai yang di- lay off dan tiba-tiba tidak memiliki pekerjaan tetap lagi. (Aku tidak tahu, apakah mereka punya kerjaan sampingan atau yang lainnya). Jujur saja, ini membuatku...

PEREMPUAN BERPAYUNG BIRU

Cerpen Perempuan Berpayung Biru (Canva) Hari ini pukul 15.15 WIB aku berjalan menyusuri trotoar kampus dari arah kosku. Kampusku memang tak begitu jauh dari rumah kos, hanya dengan berjalan sepuluh menit saja aku sudah menapakkan kaki di lantai keramik gedung kampus. Awan mendung di langit Yogyakarta terlihat begitu jelas sore ini. Aku masih melangkah ringan menapaki trotoar sambil mendengarkan musik dari  earphone  ponselku. Ketika langkahku mulai memasuki pelataran kampus, mataku menangkap sesosok perempuan dengan payung biru berjalan melewatiku dengan kepala tertunduk. Kerudung putih yang ia kenakan melambai ringan tertiup angin. Sekilas aku melihat wajahnya, bibir yang tanpa senyum itu terlihat pucat dengan pandangan mata yang tajam. Ia masih menunduk dan berjalan dengan pelan. Kenapa ia sudah memakai payungnya? Sedangkan ini belum hujan. Tidak mau mengurusi orang lain aku melanjutkan perjalananku menuju kelas, karena sebentar lagi mata kuliah akan dimulai. * Sabtu ada...