Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

DIPAN INI

Cerpen Dipan Ini (Canva) Aku terduduk kaku di dipan ini, mataku menerawang jauh ke belakang. Pikiranku melayang pada peristiwa dua tahun lalu. “ A ku akan pergi!” S uaranya mengejutkanku. Aku terhenyak, tenggorokanku tercekat. Dia duduk di dipan ini, tangannya menggenggam erat tepian dipan. “ K alau kau marah padaku, ungkapkanlah!” A ku mendekatinya. Dia menatapku, matanya   basah. “ P ercuma!!” S uaranya mengeras. “ C ukup sampai di sini ,   aku tak pernah mengharapmu!” T eriaknya parau. Mataku terbelalak tak percaya. Dia memalingkan wajahnya. “ A pa maksudmu? katakan padaku bahwa kau bergurau!” T eriakku gusar. Mataku mulai berkaca-kaca. “ A ku tak mengerti, kenapa aku harus pergi? Aku takkan pernah meninggalkanmu . ” kataku lirih. “ K au memang tak pergi meninggalkanku, tapi aku yang pergi..!” suaranya meninggi. Aku menggeleng tak percaya. “ A ku akan menyusul ayah dan ibu…” S uaranya merendah . K urasakan tubuhku melemah dan t angisku pecah. Di dipan ...